![]() |
| Photo diambil dari:www.muslim.or.id |
القسم الأول﴿
﴾فى اصول الفقه
الأصل لغة ما بني عليه غيره كأصل الشجرة أي أساسه وأصل الشجرة أى طرفها الثابت فى الأرض فأصول الفقه أساسه والفرع ما بني عليه غيره كفروع الشجرة لأصلها وفروع الفقه لأصوله
والأصل إصطلاحا يقال على الدليل والقاعدة الكلية كقولهم أصل وجوب الصلاة الكتاب أي الدليل على وجوبها الكتاب قال الله تعالى أقيموا الصلاة...الاية وقولهم إباحة الميتة للمضطر خلافُ الاصل اي مخالف للقاعدة الكلية وهي كل ميتة حرام قال الله تعالى انما حرم عليكم الميتة...الاية
أصول الفقه دليل الفقه على سبيل الاجمال كقولهم : مطلق الأمر للوجوب ومطلق النهي للتحريم ومطلق فعل النبى صلى الله عليه وسلم ومطلق الاجماع ومطلق القياس حجج
الفقه لغة الفهم فقهت كلامك أى فهمته وﺇصطلاحا العلم بالأحكام الشرعية التى طريقها الاجتهاد كالعلم بأن النية فى الوضوء واجبة ونحو ذلك من المسايل الاجتهادية قال النبي صلى الله عليه وسلم " ﺇنما الأعمال بالنية " رواه البخارى. بخلاف العلم بالأحكام التى ليس طريقها الاجتهاد كالعلم بأن الصلوات الخمس واجبة وأن الزنا محرم ونحو ذلك من المسايل القطعية فلا يسمى العلم بما ذكر فقها.
العلم : صفة ينكشف بها المطلوب ﺇنكشافا تاما
والجهل : عدم العلم بالشيء
والظن : الادراك الراجح لأحد الأمرين
والوهم الادراك المرجوح لأحد الأمرين
والشك : الادراك المستوى بين الأمرين
فتردد فى قيام زيد ونفيه على السواء شك ومع رجحان الثبوت والانتفاء ظن ومع مرجوح فى أحدهما وهم والمراد بالعلم فى تعريف الفقه يشمل الظن
"Ushul Fiqih Bab Awal"
Asal (al-ashlu) secara bahasa adalah sesuatu yang menjadi sandaran atau sesuatu yang jadi sumbernya pokok persoalan. Seperti akar yang menjadi dasar tumbuhnya sebuah pohon dan ushul al-fiqh yang menjadi pondasi fiqh atau dasar-dasar hukum dalam fiqih. Sedangkan cabang (al-far'u) adalah sesuatu yang dididrikan diatas sesuatu yang lain atau yang didirikan diatas sesuatu yang menjadi asalnya. Seperti cabang-cabang pohon (batang dan lainnya) yang berdiri diatas akarnya, dan fiqh yang berdiri diatas ushul-nya.
Menurut istilah asal adalah dalil dan kaidah kulliyat(global). Seperti perkataan ulama' bahwa dasar wajibnya shalat adalah al-Kitab (al-Quran). Maksudnya dalil yang mewajibkan shalat adalah al-Quran. Allah berfirman dalam QS. al-Baqarah (2): 43.
وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Artinya : Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.
Pendapat ulama' yang menyatakan diperbolehkannya memakan bangkai dalam kondisi darurat (emergency), adalah bertentangan dengan kaidah kulliyat yang berbunyi; "kullu mayyitah harām" artinya : setiap bangkai haram hukumnya. Kaidah ini bersumber dari firman Allah SWT. Yang berbunyi :
" " انما حرم عليكم الميتة
Ushul fiqh merupakan dalil fiqh global. Seperti kemutlakan amr (perintah) menunjukkan makna wajib, mutlaknya nahi (larangan) menunjukkan keharaman, mutlaknya perbuatan Nabi (af'al al-Nabi), mutlaknya ijma', dan mutlaknya qiyas yang kesemuanya itu merupakan hujjah.
lafal “fiqh” dalam bahasa Arab mempunyai arti faham (al-fahm). Sedangkan dalam terminologi syar'i, fiqh ialah mengetahui hukum-hukum syari'at yang diperoleh dengan jalan ijtihad. Seperti mengetahui bahwa niat dalam wudhu merupakan suatu kewajiban, dan berbagai permasalahan lain yang masuk dalam ranah ijtihadiyyah(penelitian). Fiqih, berbeda dengan hukum-hukum syari'at yang diketahui tanpa menggunakan metode ijtihad. Seperti mengetahui bahwa shalat lima waktu adalah wajib, perbuatan zina adalah haram, dan berbagai permasalahan lain yang ditetapkan dengan dalil qath'i(dalil yang sudah pasti). Ilmu seperti ini tidak dinamakan fiqih,karena mengetahui sholat lima waktu itu wajib,perbuatan zina itu haram,dan hal-hal lain yang perintah dan larangannya sudah ada ketetapannya dalam Al-Qur'an.
Sedangkan ilmu (العلم) adalah sifat yang dengannya sesuatu yang di kehendaki bisa diketahui dengan sempurna.
contoh : ''Zaid melaksanakan solat dengan benar menurut ilmu fiqih'',dikatakan benarnya sholatnya Zaid karena zaid orang mengetahui syarat rukunnya sholat.Nah....,pengetahuan Zaid dalam babakan solat,sehingga sholatnya Zaid itu benar dinamakan ilmu.
bodoh (الجهل) adalah tidak adanya pengetahuan akan sesuatu perkara.
contoh :''Zaid tidak bisa membaca Al-Quran'',nah....,tidak bisanya Zaid dalam membaca Al-Qur'an dinamakan bodoh.
Dzan (الظن) adalah menilai sesuatu yang lebih kuat dari dua perkara.
contoh :Zaid menyangka bahwa mangga yang dibeli dipasar,itu antara manis dan asam rasanya.Tetapi Zaid lebih cenderung menyangka bahwa mangga yang dibeli tadi manis rasanya.Nah....,persangkaan Zaid yang cenderung lebih kuat pada MANIS-nya mangga tersebut dinamakan dzan (الظن)
Wahm (الوهم) adalah menemukan sesuatu yang kurang kuat dari dua perkara.
contoh :Apakah seseorang bernama Zaid sedang berdiri atau tidak sedang berdiri,ketika mengunggulkan salah satu dari ZAID SEDANG BERDIRI dan TIDAK SEDANG BERDIRI dinamakan wahm(الوهم)
Syak (الشك) adalah menemukan persamaan pada dua perkara.
contoh :Apakah seseorang bernama Zaid sedang berdiri atau tidak sedang berdiri,ketika antara ZAID SEDANG BERDIRI dan TIDAK SEDANG BERDIRI itu sama-sama kuat dinamakan syak(الشك)
Contoh mudahnya begini:
Keraguan yang timbul tentang antara apakah seseorang bernama Zaid sedang berdiri atau tidak yang sama-sama kuat dinamakan syak, jika lebih unggul salah satunya dinamakan dzan, dan ketika mengunggulkan salah satu antara keadaan Zaid sedang berdiri atau tidak sedang berdiri dinamakan wahm. Dalam kaitan ini, ilmu dalam pengertian fiqih mengandung pengertian dzan (prasangka). Maksudnya, sebagaimana dalam pembahasan selanjutnya, akan diketemukan adanya kaidah yang menyatakan bahwa produk ijtihad sebagai salah satu mekanisme metode penggalian hukum dalam islam masuk dalam kategori zdanniy (prasangka) dan bukannya qath'iy (pasti).
Labels:
Ushul Fiqih
Thanks for reading Ushul Fiqih Bab Awal. Please share...!


0 Comment for "Ushul Fiqih Bab Awal"